Minggu, 29 November 2009

manusia2 terhebat tanpa pamrih,,


Mereka makhluk terhebat untuk saya,,
mereka merantau ke jakarta 24 tahun yang lalu dan A&W Restaurant adalah tempat singgah pertama mereka,, pesen rootbear 1 gelas dengan 2 sedotan,,, ga makan dan ga ada cemilan,,

mereka ga punya tempat singgah mereka putuskan untuk menumpang,,, di garasi rumah saudara yang di jadikan kamar,,, bersama saya yang rewel kepanasan,,, bahkan waktu kecil pun saya sudah sangat menyusahkan,,,

mereka nomaden,, mereka pindah2,, bukan rumah sendiri,, mereka hanya menumpang,, bahkan sempat pemilik rumah ribut karena tagihan listrik naek,, gara2 saya ga bisa tidur tanpa kipas angin,,(hahah,,,nyusahin bgt dah ni org,,)

sampe akhirnya saya harus dititipin ke nenek,,, tapi saya tau,, saya di titipkan bukan karena saya menyusahkan mereka,,, tapi lebih karena mereka ga tega saya harus ikut dalam pencapaian hidup dan kerasnya ibukota,,, mereka ga mau saya ikut2an merasakan susahnya hidup di jakarta,,,

sang lelaki bekerja dari mulai mandor pembangunan sebuah gedung yg hanya ada pekerjaan ketika ada proyek,, sampe jadi tukang sensus,, ngitung2 manusia ke tiap rumah,,

sang perempuan harus bekerja sebagai PNS dan rela di bayar 78.000 sebulan,,, tapi mereka mngeluh??? ga sama sekali,,, karena mereka tau ada Tuhan yang maha pemberi,,,

sedangkan sekarang,, saya masih aja stagnan ga mau kerja keras,, leyeh2 merasa nyaman dan sulit keluar dari kenyamanan tsb padahal sejarah mereka sangat hebat dan mereka selalu mengajarkan saya arti kerja keras,, semua yang skrg didapat ga hanya dengan modal bicara,, ini semua berkah Tuhan yang disertai lelahnya badan & terkurasnya pikiran,,,,

mereka selalu ajarkan saya arti sebuah kesederhanaan di balik keserba-adaan,, walaupun tetep aja saya selalu latah untuk bergaya parlente,,

Mereka slalu ada ketika saya butuh APAPUN,,
mereka selalu berani membopong lumpuhnya semangat saya bahkan ketika saya hampir tak bisa percaya Tuhan

sang lelaki yang sangat bijaksana itu berkata "nak.. ketika kamu mendekati Tuhan 1 jengkal maka Tuhan mendekatimu 100 jengkal,,, dan ketika kamu mendekati Tuhan 1 hasta maka Tuhan mendekatimu 1000 hasta.."
dan saya amat mengerti bahwa beliau masih punya beban yang sulit di tangani dan mungkin tinggal setetes saja semangat beliau, tapi beliau bersedia berbagi sisa semangatnya,, ketika si anak hampir saja mati tanpa agama,,

sang perempuan selalu sabar membuatkan saya sarapan ketika saya harus berangkat meraih kehidupan yang telah di contohkan mereka,,, walaupun beliau sibuk dan lelahnya dwifungsi beliau sebagai karyawati dan ibu rumah tangga,, penuh peluh,, tapi beliau tak pernah mengeluh,,

maafkan saya ga bisa menjajikan apapun untuk hari tua kalian,, saya cuma bisa mengusahakan dan selalu mendoakan kalian..

wahai Tuhan yang maha pengampun.. ampunkanlah mereka,, seperti mereka selalu mengampuni kedurhakaan hamba yang ga ada abisnya,,
wahai Tuhan yang maha pemberi,, sayangi dan rawatlah mereka seperti mereka telah merawat dan menyayangi hamba hingga sekarang tanpa imbalan,,
wahai Tuhan pemilik semesta alam,, kumpulkan hamba kembali dengan mereka di surga-Mu kelak,,

terimakasih untuk kalian,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar