Jumat, 06 Agustus 2010

entry sotoy seorang bujangan,,^^


Jari2 gw jadi tergelitik nulis ini gara2 blog seseorang membahas tentang wanita karir,,

Ternyata fakta yang ada sekarang 98% wanita yang menganggap dirinya modern tidak akan pernah mau bekerja dengan hanya duduk menunggu suaminya pulang dan merawat anak-anaknya, karena mereka menganggap dirinya modern dan berpendidikan tinggi sehingga bekerja itu artinya harus pergi ke kantor, berangkat jam 6 bahkan kadang lebih pagi dan pulang jam 17.00 bahkan kadang lebih malam,, yang jadi pertanyaan adalah apakah mereka beneran wanita-wanita modern yg super hi-class atau hanya termakan modernisasi yang memaksa mereka untuk menjadi modern dan hi-class,,

Menurut gw sih jelas mereka terpaksa mengikuti dan termakan modernisasi,, kenapa?

1.Dua belas jam di luar rumah kawan, yang di cari apalagi selain harta dalam arti sesungguhnya padahal esensi harta berupa anak dan ridho suami setia mereka tiadakan di kamus pencapaian hidup. Ironis, pikiran mereka tentang hidup layak sebegitu sempitnya,, ga ada yg salah, tapi kadang jadi bahan pemikiran aja,,

2.Mereka berpikiran sebagaimana manusia kapitalis pada umumnya berpikir, bahwa untuk hidup sangat layak, ga dipandang sebelah mata oleh tetangga di komplek, anak sekolah di sekolah bonafit, dan bisa ngasih ini itu ke anak nanti, mereka rela mengorbankan waktu mendidik anak, bercanda dengan anaknya, menyiapkan makan yang walaupun sangat sederhana utk suami, dan menahan punya anak dengan ikut KB padahal TUHAN YANG MAHA KAYA menjamin setiap harta manusia yang lahir ke DUNIA.

3.Pikiran terkotak-kotak para kaum wanita kapitalis-materialis, yang menilai sebuah anugrah Tuhan berupa anak yg lahir dengan pikiran sempit tentang perut dan uang,, semua landasan hidup harus terlihat, harus nyata, ga ada lg kepasrahan kepada Tuhannya padahal semua yg di dapet sekarang berasal dari Tuhannya, itu mengapa paham materialisme sangat berbahaya, karena semua harus nyata dan harus ada sebuah materi yg bisa dilihat, bukan hanya uang bahkan hingga ke Tuhan, maka itu jangan kaget banyak agama yang harus menampilkan sesosok Tuhan ketika berdoa,, mereka ga akan pernah bisa melihat yang tidak nyata,, padahal nyata-nyata Tuhan Alloh SWT menampilkan semua dengan begitu jelas bahwa Dia lah Tuhan sesungguhnya,,

4.Ditambah lagi dengan berpikir bahwa hidup ini terlalu perih dan gundah gulana klo ga layak, ga salah, kita emg harus hidup layak, tapi layak atau tidak tergantung bagaimana keluarga tersebut bisa menghargai hidup tanpa harus mengeluh. Klo setuju tolong anggukan kepala kawan,,^^

5.Dengan alasan mengaplikasikan ilmu yang udah didapet biar berguna untuk masyarakat sekitar, mereka rela meninggalkan tugasnya sebagai ibu yang sangat mulia, anak di titipkan disana-sini, oleh dia dan si anu, padahal sebenernya sang wanita karir itu tau sakitnya melahirkan dan bagaimana berkorban, nah pas udah brojol, tu anak maen tinggal aje, lagi2 yg di cari duiiiitttt,, edan,, dan satu lg jng bilang kalian bukan cw matre, klo kalian masih takut akan biaya hidup dengan ikut KB,,

6.Mengaplikasikan ilmu untuk masyarakat biar berguna itu ga salah tapi aplikasinya untuk keluarga dan anak,, mana?? Wong 12 jam di luar rumah,,, pulang, makan, tidur, besoknya kerja lg, anaknya make putaw teuing lah,, makanya jng salahkan klo para suami minta kawin lg,, soalnya sang istri cuma peduli sama masyarakat,, ahahaha

7.Klo udah berantem alasan yang bakal sering keluar “Kan aku juga cari uang, aku juga banting tulang buat keluarga ini, bla bla bla,,” sekarang nona, tugas kalian sebagai istri itu nyari uang apa nyari berkah suami??

Bukannya wanita ga boleh kerja, tapi gw cuma mau ngasih bahan pemikiran aja buat calon ibu yg sedang berkarir,, wanita karir itu ga dosa, hebat malah, tapi jangan pernah mengeluh dan mengeluarkan kata-kata di nomor 7 ketika di rumah butuh turun tangan langsung dari seorang ibu bahkan ketika kalian baru aja nyampe dari kantor,, jng pernah mengeluh,, karena tugas utama kalian bukan bekerja mencari uang tapi bekerja mencari ridho Tuhan melalui keluarga,,

Apresiasi tertinggi , saya tujukan kepada para wanita yang mampu balance antara kantor dan rumah,, karena para wanita, kalian adalah tulang rusuk terbentuknya keluarga yang harmonis, tegak dan indahnya keluarga di topang juga oleh tulang rusuk bukan hanya tulang punggung,,

Salut kepada wanita berpendidikan tinggi yang tidak modern yg berani memilih menunggu suami pulang serta menjaga anak-anaknya dengan kasih sayang tanpa takut akan kekurangan materi, salut atas pendidikan tinggi yg kalian pernah rasa karena jujur kalian lebih mengerti arti harta yang sebenarnya,,

Semoga terinspirasi,,^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar