Minggu, 24 Oktober 2010

konotasi sebuah berkah

coba buat ngulang sebuah cerita yg dulu, semoga hati saya luluh:

Pada satu zaman ada seorang raja yang amat zalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan.
Di bawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya.

Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.
Hingga akhirnya ada seorang rahib yang mengatakan bahawa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar kabar ini.

Meskipun raja menyadari bahwa saat ini bukanlah musim ikan itu muncul ke permukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk mencari ikan itu.
tapi, walaupun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal kebijaksanaannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya.
Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Ternyata kesimpulan para tabib sama,yaitu ubatnya adalah sejenis ikan tertentu yang saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut. Kerana itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.

Tapi apa yang terjadi? Ikan-ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak. Walaupun pihak kerajaan telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun mangkat.

Malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu. Akhirnya mereka menghadap Tuhan dan bertanya,

"Ya Tuhan kami, apa sebabnya Engkau mengirim ikan-ikan itu ke permukaan sehingga raja yang zalim itu selamat, sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?

Tuhan pun berfirman,"Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu Aku balas kebaikannya itu, sehingga pada
waktu dia datang menghadap-Ku, tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah!

Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, karena itu Aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa padanya, karena hukuman atas dosanya telah Kutunaikan seluruhnya di dunia!"

Perut kenyang dan kasur empuk saya dikasih Tuhan karena Beliau sayang atau saya diberikan segalanya walaupun masih ada KELUHAN karena Beliau ogah dan ga rela manusia sejijik saya masuk surga,, karena Tuhan Maha Adil kawan,,

Jangan terlalu percaya diri mendapatkan limpahan rahmat padahal mikirin Tuhan saya ga mau, mikirin Tuhan dan ajarannya saya takut nanti dianggap ga majemuk dan terlalu berat untuk diperbincangkan, berasa masih muda dan berasa umur cukup buat tidak dulu mengenal Tuhan saya, yang menciptakan saya, yang ngebuat hidup saya kaya sekarang, kehidupan yang sangat jauh lebih beruntung dari kebanyakan orang, sayangnya saya selalu berpikir yang penting senang dan tidak merugikan orang padahal jelas-jelas sangat jauh dr yang diajarkan Tuhan saya, jadi sekarang apa bedanya punya dan tidak punya Tuhan?? cuman sebagai identitas dan bukti saya beragama?? sebagai bukti di CV bahwa saya bertuhan?? karena pancasisa sila pertama??

Jangan terlalu senang bisa berkecukupan klo macet aja masih ngeluh, pekerjaan yg diberikan masih ngeluh, rizki berupa makan masih ngeluh,bisa kekantor tanpa berjalan masih ngeluh, dikasih hujan masih ngeluh, panas masih ngeluh, kurang jijik apa saya?? padahal sampah yang menjijikan ga pernah mengeluh dia sampah dan tetap bersedia mengurai serta didaur ulang untuk menjadi lebih baik,,

Jangan terlalu cengeng mendapatkan sakit atau rasa takut karena sakit itu pelebur dosa, rasa takut itu pelebur dosa, perasaan tidak aman itu pelebur dosa, kehilangan itu pelebur dosa, kesedihan itu pelebur dosa, bahkan mungkin ketidaknyamanan karena macet itu pelebur dosa,,

Mengutip pernyataan salah satu sahabat yg di jamin masuk surga Abbdurahman Bin Auf RA ketika dimeja makannya penuh dengan makanan enak, lalu beliau menangis dan berkata:"saya takut semua makanan nikmat ini adalah makanan surga saya yg Alloh tunaikan di dunia,," dan akhirnya beliau berikan semua kepada fakir miskin,,

Karena Rosulluloh saja memilih miskin padahal hanya dengan meminta maka Tuhan akan memberikan dunia dan isinya,,

Wallohualam, semoga terinspirasi,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar