Minggu, 17 Oktober 2010

sumpah,, teuing ni postingan,,

apa yg diusahakan semata-mata biar bahagia,, sampe plg malem berkorban demi pekerjaan buat bahagia,,kebahagiaan yang dikejar kadang berlebihan, sangat berlebihan,,

kadang malah ga terlihat letak kebahagiaannya,,keliatan dari keluhan baik terucap maupun saat diam,, tertulis maupun hanya tersirat,,

fanakah? menurut saya, iya,, bahagia sekedar materi dan kepemilikan benda berwujud atau sekedar pendongkrak gengsi membuat arti bahagia jadi labil,,

kadang malah membahagiakan orang tua atau keluarga atas dasar gengsi dan biar status keluarga naik di mata masyarakat membuat kata bahagia itu jd ironis,,

rumah, mobil, naik haji, emas, gadget bahkan sekolah anak kadang disalahgunakan utk mendongkrak status,,

dan sangat sering kemiskinan menjadi lahan empati mendulang uang biar dapet yg namanya bahagia,,

paradigma masyarakat total berubah,, berlomba nyari kebahagian tp lupa siapa yg ngasih, siapa yg ridho buat menggelontorkan, siapa yg menciptakan tertawa, bahagia, dan kesenangan,,

termasuk saya,, saya sangat sering lupa ketika bisa tertawa,, berusaha semaksimal mungkin biar masih bisa inget bahwa Tuhan yang mau saya tersenyum dan berbagi tawa hr ini,, tapi kadang kebablasan,, lupa aja gitu,, blank,,

padahal quotes ini selalu saya inget ketika saya sedih:

"jangan terlalu senang mendapatkan berkah dan kebahagiaan karena barangkali Tuhan sedang menunaikan senangnya saya buat nanti di hidup kedua,, dan jangan terlalu sedih ketika musibah datang bahkan rasa takut sekalipun karena barangkali Tuhan sedang menunaikan rasa takut saya di akhirat nanti sehingga yg tersisa hanya kesenangan disana,,"

bahagia yg dipasangkan oleh selalu sadar siapa yg memberikan bahagia itu, membuat kokoh bahagia itu sendiri,, sedih yg didasarkan sebuah rasa syukur malah kadang ngebuat kesedihan itu jd bahagia dan tenang menghadapinya mungkin bahkan sebuah kemiskinan,,

hidup cm hidup,, semua serba sebentar semua serba berubah, cita-cita, bahagia, gengsi, bahkan sedih,, karena jika kita percaya Quran, yang serba abadi cm ada setelah hidup disini,,

(terinspirasi dari komersialisasi empati acara I*B)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar