Rabu, 24 November 2010

nothing should be forever

Sungguh banyak sekali riwayat-riwayat dan Nabi Musa ‘Alaihis Salam, bahwa Allah Ta’ala mewahyukan kepada beliau , Hai Musa, jika engkau melihat kemiskinan datang kepadamu, katakan, ‘Selamat datang simbol orang-orang shalih.

Jika engkau mau, aku ketengahkan Nabi Isa ‘alaihis salam kepada baginda, karena ia amat menakjubkan. Ia berkata, “Lauk-ku adalah lapar, Syi’arku ialah takut, Pakaianku ialah wol, Hewan kendaraanku ialah kedua kakiku, Lampuku di malam hari ialah bulan, Bahan bakarku di musim dingin ialah matahari, Buah -buahanku dan penghidupanku ialah apa yang ditumbuhkan bumi untuk binatang buas dan hewan ternak, Aku tidur dalam keadaan tidak memiliki apa-apa dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang lebih kaya dariku”.

Jika engkau mau, aku ketengahkan contoh lain, yaitu Nabi Sulaiman bin Daud
Alaihimas Salam, karena ia tidak kalah menakjubkan. Ia makan roti dan gandum, memberi roti coklat kepada keluarganya, dan tepung putih kepada rakyatnya.

Jika malam telah tiba, ia memakai baju dari tenunan kasar, dari tangannya ke lehernya Ia semalaman menangis hingga pagi hari. Ia makan makanan yang kasar, dan mengenakan pakaian kasar. Kendati Itu semua, mereka membenci apa saja yang dibenci Allah Ta’ala, memandang kecil apa yang dipandang kecil oleh Allah Ta’ala, dan bersikap zuhud di dalam hal-hal yang Allah bersikap zuhud di dalamnya.

Adapun esok hari, engkau masih mempunyai secercah harapan. Oleh karena itu,
berbuatlah, dan jangan tertipu oleh mimpi-mimpi sebelum ajal tiba. Engkau jangan memasukkan kesedihan esok dan esok lusa ke dalam hari ini, karena hal tersebut hanya akan menambah kesedihanmu dan kelelahanmu, serta engkau kumpulkan pada hari ini sesuatu yang menyempurnakan hari-harimu.

hidup berkecukupan?? itu wajar dan manusiawi, namun ketika kita fakir anggap juga itu kewajaran, karena kawan, nabi dan Rosul dimana Tuhan telah tawarkan kunci2 dunia beserta isinya (bila kita yakin) toh beliau2 menolak dan tetap memilih miskin,, kenapa?? saya jg belum punya jawabannya,,

Nothing should be forever,,, kurangi ambisi, cepatlah merasa puas, dan sama2 kita belajar bersyukur, sama2 kita belajar jadi ciptaan Tuhan yang paling anti mengeluh, hidup cuma hidup, tidak ada yg akan tau besok kita menyandang 3 meter kain kafan, berusaha maksimal dan setelahnya pasrah, jangan pernah mau menjadi "si buruh obsesif " yang dengan bangga memamerkan gelar ''workaholic-nya",,

Jangan artikan kata2 'maksimal berusaha' dalam kerangka berpikir yg picik kawan, dimana mereka selalu ketakutan, tak pernah merasa puas, serta merelakan separuh hidupnya kelelahan tanpa pasrah kepada Tuhan hanya untuk 27 tahun kedepan, ironis,, padahal mereka mengerti tidak ada yang seharusnya selamanya,,

semoga terinsiprasi,, ^^ (via eramuslim.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar