Sabtu, 08 Januari 2011

ironis

jam 9 malam tadi secara tidak langsung kami berdialog masalah keberhasilan, kesuksesan, dan pencapaian,,

saya balik lagi heran, sebegitu terpetak kah ukuran sebuah keberhasilan hidup?? rumah dan mobil.. sebegitu sederhanakah paradigma mayoritas manusia untuk mengukur sebuah pencapaian?? dimana batasnya adalah 1 unit tempat berteduh dan 2 buah kendaraan,,

parameter sukses kami tadi terlalu terpetak, dan sebuah petak identik dengan sempit, apa sebegitu sempit ukuran untuk mencapai keberhasilan Tuhan??

saya masih termasuk didalamnya, satu species dengan mayoritas, ironis, disaat saya berpikir bahwa Tuhan maha mencukupi di postingan sebelum ini tapi tiba2 saya iri dengan mereka yg telah mengklaim berhasil secara tidak langsung, dan tiba-tiba saya merasa belum berhasil, kemana syukur saya Tuhan??

nikmat mana lagi yang akan saya dustakan?? sehingga untuk mengucapkan terima kasih saja saya ga bisa responsif, ga bisa langsung keluar, harus didahulukan dengan iri lebih dulu,,

kami terlalu di didik untuk 'jangan cepat merasa puas', capitalist paradigm, obsesif,, padahal semuanya tentang gengsi, tentang penunjukan jati diri, bahwa saya berhasil, jadi jangan hina saya,,

sebegitu terpetakkah Tuhan?? apa suatu saat akan ada parameter lain untuk mengukur pencapaian hidup?? yang lebih luas dari sekedar kartu ATM dan jumlah kredit tabungan??

saya masih didalamnya Tuhan,, maaf,, jujur susah untuk pasrah, untuk bersyukur,,saya masih belajar Tuhan,, belajar melihat bahwa berkah Mu ke saya sekarang jauh lebih dari cukup, tapi Kamu masih sering tersakiti,, maaf,,

semoga terinspirasi,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar