Sabtu, 13 Agustus 2011

oucchh,,


awalnya dari status BBM kawan saya yang ga pernah bikin status, tiba2 "morrissey-ing" di tulis, karena yg saya tau morrissey itu soloist 80'an, titik, sampe situ doang, akhirnya saya googling, saya baru tau dia vokalisnya the smiths, lagu2 the smith menurut saya keren, lirik2nya bikin lumayan merasa terasingkan, rekomendasi lagu the smiths yg "please, let me get what i want", itu liriknya sedikit tp di bikinnya kaya di depannya ada baygon siap tenggak,, and then finally i knew if morrissey was the song writer.


akhirnya googling morrissey dan beneran lirik2 dia emg ga basa basi mirip si om john mayer, ouuchhh,, (morrissey adapted by john actually, hahaha.. im sorry smiths fans), recommended songs both smiths or morrissey :
1.Please, let me get what i want (smiths)
2.Heaven know im miserable now (smiths)
3.We hate it when our friends becomes successful (morrissey)
4.The more you ignore me, the closer i get (morrissey- ini edan coy,,serius)
5.There is a light that never goes out (smiths)

perhatian !! bagi yang punya masalah hidup tp udah pesimis, jiwa over melankolis, dan selalu cepat untuk membuat keputusan bunuh diri, disarankan jangan terlalu serius sama lagu2 ini.

so, happy morrissey-ing..

Kamis, 04 Agustus 2011

mau sukses kek, mau gagal kek !!

"Kalo sukses inget Nabi Sulaiman AS, kalo susah inget nabi Ayyub AS" via ustad Arifin Ilham

2 manusia mulia itu punya 2 takdir hidup berbeda, tapi mereka punya 1 kesimpulan sama, hidup yakin Tuhan itu sutradara kehidupan yg bahkan Michael Bay ga ada apa-apanya, berserah diri, dan bersyukur.

saya selalu menganggap Tuhan menciptakan benang2 takdir dari A-Z, setiap huruf itu punya cabang masing2 yang akan bercabang kembali, mirip rumus di HTML, di tambah faktor XX yang saya sebut doa, yang selalu jadi back up ketika salah pilih jalur. dan saya percaya di ujung benang itu hanya ada 2 cabang, saya bahagia di hidup selanjutnya atau sama sekali ga.

sampai saat ini saya masih pilih benang takdir P (pasrah), dibanding O (obsesif), karena kisah2 makhluk mulia Tuhan yg pernah saya baca, membuktikan mereka hidup damai kok tanpa obsesi nyari duit atau karir (koreksi klo saya salah), malah bahkan memutuskan perkara ke depan ga pernah pake kata2 "pasti" yang ada "jika Tuhan mengizinkan", dan sampai saat ini saya sangat menolak pernyataan para motivator yg bilang "ketika kamu yakin pasti bisa, pasti bisa",, preeett,, karena yang pasti menurut saya ya Tuhan dan ketidakpastian itu sendiri.

kritikan buat para motivator coba deh perhalus kata2 dengan menggunakan kata2 "klo kamu yakin pasti bisa, insya Alloh ada aja jalannya"

dua hal yang menurut saya paling berbahaya dan saya masih belajar buat mengurangi setidaknya:

1. Takut kepada selain Tuhan, kaya contohnya takut miskin, kalo dipikir semua yg terjadi di takdir hidup itu Tuhan yg ngurus, jadi ngapain takut, bahkan besok saya di pecat pun ya karena Tuhan mau saya di pecat, tapi tetep aja saya masih takut.

2. Haus pujian, itu kenapa saya ga siap jadi seonggok sampah masyarakat yg padahal belum tentu sampah itu ga berguna, tapi tetep aja saya belum siap, serasa harus mempertahankan suatu yang bakal hilang cepat atau lambat dan itu jujur beban buat saya.

sukses, gagal, kaya, miskin, cukup, kurang, itu status yang ujung2nya mengharap pengakuan masyarakat, belajar meminimalisir 'mau di puji' sedang saya pelajari, berhubung saya suka jadi manusia exist,, hahaha,, tapi mau ga mau harus bisa, kenapa? because nothing sud be forever

que sera sera, the future is not ours to see..

hope you inspired,, ^^

Selasa, 02 Agustus 2011

Speachless


Sebelum hukuman gantung dilaksanakan, Presiden Naser menghantar utusan menemui Sayyid Qutb. Melalui utusan itu Presiden Naser meminta agar Sayyid Qutb menulis pernyataan meminta ampun agar ia dibebaskan. Tapi Sayyid Qutb dengan tegas menjawab:

“Telunjuk yang bersyahadah setiap kali dalam shalat menegaskan bahwa Tiada Ilah yang disembah dengan sesungguhnya melainkan Allah dan Muhamad adalah Rasulullah, dan aku takkan menulis satu perkataan yang hina. Jika aku dipenjara karena kebenaran aku ridha. Jika aku dipenjara secara batil, aku tidak akan menuntut rahmat daripada kebatilan.”

Pagi hari Senin, 29 Agustus 1966, Sayyid Qutb digantung bersama-sama sahabat seperjuangannya, Muhamad Yusuf Hawwash dan Abdul Fatah Ismail, syahid.