Minggu, 20 November 2011

They are full of shit

LINK: http://www.newsilly.com/?p=178&preview=true

INI KENAPA SAYA HANYA 50% PERCAYA PEMBERITAAN MEDIA-MEDIA DI INDONESIA
basic-nya kepentingan, kekuasaan, dan obsesi kelompok
saya selalu tekankan, jangan terlalu percaya pemberitaan media sekuler
pengaruh demokrasi, semua menjadi demokrasi, bahkan "show settingan"
dan mereka sering memojokan dengan berita fiktif


INI KENAPA SAYA BELUM BISA RESPECT DENGAN PARA SOSIALITA
they are full of SHIT, only money and image building on their SHIT brain
entah Tuhan mereka apa?? dan mereka bangga dengan charity berbau fashion
klo di pikir apa kaitannya, nyumbang mah nyumbang aja njing!!
saya sering posting klo ujung dari pencapaian hidup hanya sebuah image
dinilai sukses dan mapan oleh orang lain, ketika Tuhan bilang selesai
kita ga bisa request apa-apa, tidak selalu kita di bawah, dan juga sebaliknya,
jadi jangan pernah takut jadi sampah ketika hidup berbalik ke bawah, karena ketika
diatas pun sebenarnya juga sampah, buktinya para sosialita tersebut

Selasa, 15 November 2011

the ocean is the end of our journey, amen


ketika saya celupkan jari saya ke laut ada satu tetes yg menetes pas saya angkat jari saya, setetes itulah nikmat saya disini, diterima kerja, ga kelaperan, ga kedinginan, punya keluarga utuh, hidup sejahtera serba berkecukupan, sehat, jauh dari perang, bebas beribadah yang kadang saya lupakan, ketawa sana, ketawa sini, dan lain lain, dan lain lain.

dan samudera adalah nikmat setelah hidup disini,apa yang bisa saya banggakan sekarang??

Tuhan maha adil, sangat adil, Tuhan tunaikan semua berkah hidup setelah ini disini, tunai, atau Tuhan tahan berkah hidup disana, dan sebentar susah sekarang,,

dosen pembimbing saya selalu SMS:
"hati-hati dengan berkah yang selalu kamu dapat, syukuri itu wajib, tapi analisa setelahnya, apakah sebanding dengan pengabdian kamu ke Tuhan?? kalau tidak perbaikilah,karena barangkali saja besok kamu tiada dan Tuhan sudah tunaikan semua berkah firdaus-mu di bumi, serta syukuri setiap musibah yang kamu terima, jangan sedih belebihan, minimalisir keluhan, karena barangkali saja itu hukuman 10 pintu neraka kamu yang telah Tuhan tunaikan sekarang."

be grateful..

Rabu, 09 November 2011

CMIIW

belum pernah saya nemu kata-kata Tuhan di Quran "hai org beriman, bermimpilah", atau "berobsesilah", atau "kejar keperluan hidup lu sampai melimpah ruah"..

Tuhan ga pernah men-judge manusia untuk harus berusaha mati-matian untuk urusan hidupnya, santai aja yg penting cukup, motivator2 sesat (live perform maupun by artikel) yg bikin kita ga pernah puas dari pencapaian sekarang.

didikan sesat "jangan pernah cepat merasa puas" adalah capitalism paradigm menurut saya, dan terbukti kapitalisme itu menghancurkan, rakus, dan yg dipertanyakan kapan puasnya kalo tidak ada usaha percepatan.

Tuhan ga pernah nyuruh punya mimpi dan obsesi, usaha dan tawakal itu yg Tuhan suruh, kalo mimpi adalah salah satu bentuk usaha, apakah mencoba untuk tidak bermimpi bukan usaha?? apa mencoba menyerahkan semua kepada Tuhan tidak termasuk dalam kriteria??

karena mimpi sering menghasilkan obsesi dan itu berbahaya, karena obsesi sering menafikan Tuhan, bahwa Tuhan di balik semua pencapaian, Tuhan yg menggerakan jari2 ini mengetik, otak ini berpikir, kaki ini berjalan survey ke pasar, dan obsesi yg selalu membiaskan fakta itu, ujungnya keluarlah pernyataan, "ini adalah hasil dari kerja keras dan usaha saya".

sssttt,, ati2 sama berkah yg sering kita dapet (kata dosen saya)

diperparah dengan meresapnya kata2 motivator sesat "jng cepat merasa puas", dan lengkaplah pernyataan obsesif kedua, "do everything that i have to do, for better live and future", besoknya meninggal, then what future did you mean sir ??

dan sekedar intermezzo aja bahwa dari obsesilah, nasionalisme, kapitalisme, materialisme, dan isme isme lainnya lahir.

sekali lg paradigma ini saya share cuma buat yang percaya Tuhan ada, serta percaya bahwa kitab saya punya rahasia unik dalam mengatur pencapaian,masa depan, dan apa yg harus dilakukan.

but correct me if i am wrong..

we cant stop this train

time moving so fast,
perasaan baru senen 2 hari lalu, tiba2 udah hari rabu,
rasain deh pasti bakal heran tiba2 udah senen lagi, ngeluh lagi,
sama persis kaya senen2 sebelumnya, keluhannya, kata-kata, dan di media yg sama

pernah kepikiran kehidupan lebih berkualitas dari sekedar rutinitas?
karena klo saya pikir ga ada, karena isinya bumi ya cuma segini ini,
mau dia tukang sapu, sampe dia owner perusahaan sapu, tetep temennya rutinitas
bedanya cuma di status ko, kaya dan tidak kaya orang itu,
tergantung dari cukup atau tidak pernah merasa cukupnya beliau

sama2 orang, sama2 ikut rutinitas,
bangun, makan, mandi, cari makan, makan, cari makan, pulang, makan, tidur,
tambah dikit klo pas weekend dan "klo" udah merit (auummm)
dan coba klo di setiap koma saya tambain satu aktivitas "mengeluh",
saya bisa maklum klo Tuhan jijik sama saya

hidup itu terlalu cepet untuk di isi sama keluhan,
coba aja, ni ya, tiba2 setelah baca ini udah hari senen lagi, dengan keluhan yg sama,
mengeluh itu wajar, yang jijik adalah klo ada di tiap koma tadi dan jadi rutinitas,
jangan salain Tuhan klo jijik sama saya jadi rutinitas Beliau