Rabu, 09 November 2011

CMIIW

belum pernah saya nemu kata-kata Tuhan di Quran "hai org beriman, bermimpilah", atau "berobsesilah", atau "kejar keperluan hidup lu sampai melimpah ruah"..

Tuhan ga pernah men-judge manusia untuk harus berusaha mati-matian untuk urusan hidupnya, santai aja yg penting cukup, motivator2 sesat (live perform maupun by artikel) yg bikin kita ga pernah puas dari pencapaian sekarang.

didikan sesat "jangan pernah cepat merasa puas" adalah capitalism paradigm menurut saya, dan terbukti kapitalisme itu menghancurkan, rakus, dan yg dipertanyakan kapan puasnya kalo tidak ada usaha percepatan.

Tuhan ga pernah nyuruh punya mimpi dan obsesi, usaha dan tawakal itu yg Tuhan suruh, kalo mimpi adalah salah satu bentuk usaha, apakah mencoba untuk tidak bermimpi bukan usaha?? apa mencoba menyerahkan semua kepada Tuhan tidak termasuk dalam kriteria??

karena mimpi sering menghasilkan obsesi dan itu berbahaya, karena obsesi sering menafikan Tuhan, bahwa Tuhan di balik semua pencapaian, Tuhan yg menggerakan jari2 ini mengetik, otak ini berpikir, kaki ini berjalan survey ke pasar, dan obsesi yg selalu membiaskan fakta itu, ujungnya keluarlah pernyataan, "ini adalah hasil dari kerja keras dan usaha saya".

sssttt,, ati2 sama berkah yg sering kita dapet (kata dosen saya)

diperparah dengan meresapnya kata2 motivator sesat "jng cepat merasa puas", dan lengkaplah pernyataan obsesif kedua, "do everything that i have to do, for better live and future", besoknya meninggal, then what future did you mean sir ??

dan sekedar intermezzo aja bahwa dari obsesilah, nasionalisme, kapitalisme, materialisme, dan isme isme lainnya lahir.

sekali lg paradigma ini saya share cuma buat yang percaya Tuhan ada, serta percaya bahwa kitab saya punya rahasia unik dalam mengatur pencapaian,masa depan, dan apa yg harus dilakukan.

but correct me if i am wrong..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar